banyak hal ynk belum banyak kita ketahui mulai hal yang paling kecil hingga yang besar, namun hal yang kecil sering sekali kita remehkan tanpa tau hal yang kecil itu lch tersimpan kekuatan yang besar bahkan sangat besar sebab manusia hanya bisa melihat yang tanpak oleh kasap mata sedangkan yang lain dilampiaskan begitu saja, jdi jangan lah sekali kali meremehkan suatu hal yang kecilpun
Pentingnya Standar Akuntansi Keuangan
BalasHapusBerbagai Pandangan dalam Akuntansi
Terdapat beberapa pandangan yang telah membentuk perkembangan akuntansi keuangan, yaitu:
Akuntansi sebagai ideologi
Akuntansi dipandang sebagai suatu fenomena ideologi, yaitu sebagai suatu sarana untuk mempertahankan dan melegitimasi aturan-aturan sosial, ekonomi, dan politik yang berlaku saat ini. Karl Marx menganggap akuntansi memberikan suatu bentuk kesadaran yang salah dan merupakan sarana untuk membingungkan dan bukannya mengungkapkan hakikat yang sebenarnya dari hubungan sosial yang membentuk suatu usaha yang produktif. Akuntansi juga telah dianggap sebagai suatu mitos, simbol, dan ritual yang memungkinkan penciptaan aturan-aturan simbolis yang mana di dalamnya agen-agen sosial dapat berinteraksi. Dalam suatu pandangan umum akuntansi dilihat sebagai instrumen dari rasionalitas ekonomi dan sebagai alat sistem kapitalis.
Akuntansi sebagai bahasa
Akuntansi dipandang sebagai suatu bahasa bisnis, yaitu akuntansi sebagai satu alat mengomunikasikan informasi suatu bisnis. Terdapat dua komponen dari bahasa, yaitu simbol dan aturan tata bahasa. Pengakuan akuntansi sebagai bahasa terletak pada identifikasi dari kedua komponen tersebut sebagai suatu tingkat dalam akuntansi. Simbol-simbol memang terdapat dalam akuntansi, misalnya McDonald mengidentifikasi angka dan kata serta debit dan kredit sebagai satu-satunya simbol yang diterima dan unik dalam disiplin ilmu akuntansi. Aturan tata bahasa dalam akuntansi mengacu pada sekelompok prosedur umum yang digunakan dan diikuti untuk menciptakan seluruh data keuangan bisinis.
Akuntansi sebagai catatan historis
Akuntansi dipandang sebagai suatu sarana penyediaan sejarah suatu organisasi dan transaksi - transaksinya dengan lingkungannya. Bagi pemilik maupun pemegang saham perusahaan, pencatatan akuntansi menyediakan suatu sejarah kepengurusan manajer terhadap sumber daya pemilik. Pengukuran konsep kepengurusan ini telah berevolusi dari waktu ke waktu. Birnberg membedakannya menjadi empat periode:
Periode pemeliharaan murni.
Periode pemeliharaan tradisional.
Periode utilisasi aktiva.
Periode terbuka.
Akuntansi sebagai realitas ekonomi masa kini
Akuntansi dipandang sebagai suatu sarana untuk mencerminkan realitas ekonomi masa kini. Tesis utama dari pandangan ini adalah bahwa baik neraca maupun laporan laba rugi harus didasarkan pada suatu basis penilaian yang lebih mencerminkan kenyataan ekonomi dari pada biaya historis. Tujuan utama dari gambaran akuntansi ini adalah penentuna laba yang sebenarnya.
Akuntansi sebagai suatu sistem informasi
Dalam pandangan ini akuntansi diasumsikan menjadi suatu proses yang menghubungkan sumber informasi atau pemancar, saluran komunikasi, dan serangkaian penerima. Pandangan akuntansi ini memiliki konsep penting dan tambahan empiris. Pertama, mengasumsikan bahwa sistem akuntansi adalah satu- satunya sistem pengukuran formal yang ada di organisasi. Kedua, memperbesar kemungkinan perancangan suatu sistem akuntansi yang optimal dan mampu menyediakan informasi yang berguna.
Akuntansi sebagai komoditas
Akuntansi juga dipandang sebagai suatu komoditas yang merupakan hasil dari suatu aktivitas ekonomi. Akuntansi ada karena terdapat permintaan akan informasi khusus dan akuntan mau dan mampu untuk menghasilkannya.
Akuntansi sebagai mitos
Akuntansi dapat dipandang sebagai mitos. Akuntansi menciptakan mitos yang merupakan cara mudah memahami dunia ekonomi dan menjelaskan fenomena kompleks. Pengumpulan informasi akuntansi menjadi suatu ritual yang diharapkan dan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa telah dibuat pilihan- pilihan yang cerdas dan terdapat suatu komitmen untuk melakukan penerapan secara sistematis dari informasi akuntansi terhadap keputusan- keputusan.
Akuntansi sebagai alasan logis
Akuntansi mungkin dapat dipandang sebagai suatu alasan logis. Akuntansi digunakan untuk melekatkan makna terhadap peristiwa dan karenanya menyediakan suatu justifikasi bagi keja